Entri yang Diunggulkan

Sukses di usia muda

Jumat, 11 Mei 2018

Kisah shohabat Nabi

Kisah ANAS BIN MALIK. RA 
 Anas bin Malik dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummu Sulaim. Kecil untuk melayani Nabi Muhammad SAW, Provinsi selalu bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, Dia menghafal banyak hadis.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW Anas bin Malik pergi dan menetap di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Ia menembak beberapa hal dalam pandangan Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang berbicara paling panjang.

Anas bin Malik adalah sahabat yang terakhir mati di basrah dan sahabat yang terakhir adalah Amir Attufairi.Ana bin Malik berkhidmat dengan nabi semasa dia masih kecil, selama 10 tahun.Nabi juga selalu mendampingi Anas bin Malik untuk memberi dorongan pada Anas, kompilasi agar memulakan makan , nabi per perintah anas untuk membaca doa dan mengambil makanan yang ada di hadapan dulu.Begitu sikap nabi mengajar Anas bin Malik 

Sahabat Anas bin Malik Al Anshari RA mendapat do'a dari Nabi SAW: 

“Ya Allah berilah dia harta dan anak yang banyak, dan berkahilah umurnya”

Anas bin Malik dalam umurnya yang sangat dini, kompilasi emosi yang bernama Humasha, menalkinkan dua kalimat Syahadatalkan, kemudian timbullah benih cinta kepada Sang Nabi Muhammad SAW. Dengan itu pula timbullah kerinduan Anas untuk mendengarkan cerita-cerita Nabinya, Telinganya telah merindukan Sang Nabi sebelum mata lihat, kemudian Anas banyak anak-anak kecil yang merindukan Nabi wal Sang Nabi sedang di Mekkah sementara mereka di Madinah, mereka semua rindu agar bisa menjadi orang yang selamat dapat Menyaksikan sang nabi pujaan dan nikmat bisa bertemu dengannya.

PERJUMPAAN DENGAN RASULULLAH

Tidak berlangsung lama, Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan ke kota Madinah dengan sahabatnya Abu Bakar AsSiddiq untuk berhijrah. Maka setiap rumah yang ada di Madinah menjadi bercahaya, dengan hati yang gembira, setiap pandangan dan mereka yang bersambung dengan jalan yang akan dilalui Rasulullah dan sahabatnya menuju kota Madinah. Para sahabat setiap hari di penghujung kota, Madinah, menanti Nabi Muhammad SAW. Anak-anak kecilpun termasuk Anas bin Malikabung pula Menyembah bersama para sahabat. Akan tetapi Sang Nabi tak kunjung datang.

MENJADI PELAYAN RASULULLAH

Di pagi yang cerah dan mentari yang bersinar indah seorang laki-laki berteriak dengan kencang: "Sesungguhnya Nabi Muhammad dan sahabatnya sudah dekat dengan kota Madinah". Maka semua orang-laki berbondong-bondong menuju gerbang kota Madinah yang akan dilalui oleh Sang Nabi pembawa hidayah dan Kebenaran. Maka mereka para penduduk kota Madinah baik orang tua atau pemuda dan anak-anak kecil, berlomba-lomba untuk menyambut Sang Nabi, wajah mereka berseri-seri, hati mereka berbunga-bunga, dan salah satu yang paling bercahaya luar biasa Anas bin Malik.

Akhirnya Rasulullah SAW bersama sahabatnya Sayyidina Abu Bakar AsSiddiq disambut oleh jamaah laki-laki dan anak-anak kota Madinah. Dan golongan perempuan dan anak-anak perempuan Rasulullah di atas rumah-rumah mereka, mereka memandangi Rasulullah dari tempat-tempat yang jauh dengan mengatakan: “Apakah dia…? Apakah dia ..? ”Maka hari itu pun menjadi momen yang tak terlupakan. Anas bin Malik pun selalu menyebut acara itu selama lebih dari tahun.
Belum lagi Rasulullah menetap di kota madinah, Humaisha 'binti Milhan ibunda Anas bin Malik bersama putra tercinta yang masih kecil yang berjalan didepannya dengan meloncat-meloncat kegirangan, dan kuncirnya bergoyang kekanan dan kekiri, kemudian ibunda Anas ucapkan salam kepada Sang Nabi dan berkata: “ Ya Rasulullah, tidak ada laki-laki atau perempuan dari golongan Anshor kecuali telah memberimu hadiah, akan tetapi aku tidak menemukan sesuatu yang bisa kuhadiahkan kepadamu kecuali putraku ini, maka ambillah ia, jadikanlah saya pembatumu ”. Maka nabipun senang, dan menerima Anas dengan wajah yang berseri-seri. Kemudian Rasulullah mengusap kepala Anas bin Malik dengan kiriman yang mulia dan putus kuncirnya dengan jari-jarinya yang lembut. Dan membawa Anas kekeluarga Rasulullah SAW.

Anas bin Malik atau Uneis (Terpadu Rasulullah kepada Anas). Dalam usianya yang sangat tepat adalah hari-hari yang sangat membahagiakannya, kompilasi menjadi pembantu Nabi Muhammad SAW, dan dia hidup dalam pendidikan dan penjagaan Nabi Muhammad SAW, sampai beliau meninggal, dan masa-masa itu memang berlangsung selama sepuluh tahun tepat, jiwanya pun lengkap dengan hidayah, hati penuh dengan hadits-hadits Nabi Anggota menjadi orang yang lebih tahu tentang keadaan Nabi, rahasia, sifat-sifat Nabi SAW, yang tidak mengenal orang lain kecuali dirinya. KENANGAN MANIS BERSAMA RASULULLAH

Annas bin Malik telah melihat dari pergaulan Nabi yang sangat mulia yang tidak dapat diperoleh dari seorangpun. Dan persepsi indahnya perangai Nabi, dan agungnya sifat-sifat Nabi. Yang membuat semua orang didunia, atau aku memisahkan tentang Anas bin Malik sebuah hadits yang sangat jelas. Anas bin Malik berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus akhlaqnya, yang paling lapang dadanya, dan yang paling dermawan. Dia akan mengirimkan pesan kepada mereka, yang kemudian menjadi anak-anak kecil yang sedang di dunia untuk bermain bersama mereka dan tidak untuk tidak menunaikan hajatnya Rasulullah SAW, saat inipun ada ada saja ada seseorang yang berdiri di belakangku dan mendekat bajuku, aku memalingkan wajahku untuk melihatnya. Seketika aku dapati Rasulullah tersenyum manis kepadaku dan berkata: "Wahai Unais apakah kamu sudah melakukan tindakan yang telah aku perban kepadamu?" Maka aku pun berlari dan berkata: "Ya, aku akan kerjakan sekarang wahai Rasulullah". Demi Allah sungguh aku telah menjadi pembantu Rasulallah selama sepuluh tahun dan Beliau pun tidak pernah mengatakan untuk sesuatu yang aku kerjakan: “Mengapa Engkau kerjakan!” Dan untuk yang aku pergi: “Mengapa Engkau Tinggalkan?”

Dan Rasulullah SAW gaya panggilan Anas, panggilannya dengan panggilan Unais, yaitu dengan panggilan yang penuh dengan kasih sayang. Terkadang Dia juga memanggilnya dengan istilah wahai Anakku, panggilan yang lengkap dengan keakraban. Dan Rasulullah Surahlah dengan nasihat-nasihat dan ucapan-ucapan hikmah yang mulia, yaitu: "Wahai Anakku, mempengaruhi Engkau mampu untuk melewati hari-harimu dengan hati yang tidak ada kedengkian, maka kerjakanlah, wahai anakku sebenarnya semua itu adalah sunahku dan barang-barang Yang Satu dari sunahku adalah benar-benar dia telah mencintaiku, dan barang siapa yang mencintaiku kemudian bersamaku di surga. Wahai anakku, termasuk Engkau ingin masuk ke keluagamu, kemudian ucapkan salam kepada mereka, yang akan menghasilkan keberkahan untukmu dan keluargamu.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Anas bin Malik hidup selama 80 tahun lebih, hati penuh dengan ilmu dari ilmunya Rasulullah SAW, dan akalnya pun tajam, untuk mengetahui syariat-syariat Islam. Hatinya pun hidup dengan hidayah Rasulullah SAW. Dan Anas dalam waktu yang sangat panjang Ini adalah tempat kembalinya orang-orang muslimin, melipatgandakan mereka menemukan masalah-masalah yang rumit dan merekapun anti-bencana yang berasal dari Anas bin Malik adalah bahwa sebagian besar orang yang ragu dalam syariat agama, mereka ... ....... di hari Qiyamat. Kemudian mereka mendatangi Anas bin Malik dan memerhatikan hal-hal tersebut, maka Anas bin Malik menjawab: "Aku tidak menyangka dalam hidupku yang lama ini akan menghubungkan orang-orang yang seperti kalian yang meragukan telaganya Rasulullah SAW, maka ketahuilah akan datang orang yang lemah agamanya setelahku, dan mereka tidak melaksanakan shalat akan tetapi mereka meminta kepada Allah agar bisa minum dari telaganya Rasulullah SAW.

Dalam perjalanan yang sangat panjang, Anas bin Malik selalu menggerakkan bibirnya untuk menyebut Rasulullah SAW. Hari yang sangat menggembirakannya adalah hari pertemuannya dengan Rasulullah SAW, dan hari yang terpikir adalah hari perpisahannya dengan Rasulullah SAW. Kenangan itu selalu disebut-sebut dengan bibirnya yang mulia. Anas bin Malik adalah seorang yang semangat untuk meneladani Rasulullah SAW baik ucapan maupun perilakunya, mencintai apa yang dicintai Rasulullah, penderitaan apa yang dibenci Rasulullah, dan hari yang sangat berkesan dalam berlalu adalah 2 hari, yaitu hari mencampur dengan Rasulullah SAW, dan hari kompilasi berpisah dengan Rasulullah SAW. Ketika ia mengingat hari yang pertama kali dilakukan, merayakan, dan mengingat hari-hari mengingat bahwa hari-hari yang ke 2 ia akan menangis tersedu-sedu, orang-orang lain yang disebutnya ikut ikut menangis. Kata-kata yang Selalu besarbesaran adalah: "Sungguh aku Telah Melihat Rasulullah SAW melakukan pencarian untuk meninjau Kami di kota Madinah, Dan Benar-Benar Telah Melihat hal beliau, Yang Mengisi beliau di antara kita TIDAK ADA Yang Lebih Dari mendatangi PADA Akhirnya. Dihari pertama bercampur Rasulullah SAWdah kota madinah segala sesuatu tampak bercahaya, dan dihari bercampur Rasulullah meninggal segala sesuatupun tampak gelap gulita. Dan hari terakhir mencampur hari adalah hari senin, mencampur nama-nama Sang Nabi dengan kamar mandi. Dan diwaktu itu semua orang yang ada di Untuk melihat Nabi SAW, maka hampir semua orang terkejut, ketakutan, maka Abu Bakar memberikan isyarat kepada mereka untuk bersabar dan tenang, kemudian meninggallah Rasulullah SAW di penghujung hari Senin. Maka tidak ada pemandangan yang berhubungan dengan kita menutupnya dengan tanah.

Rasulullah SAW banyak mendoakan Anas bin Malik, dan salah satu doa Rasulullah yang dikhususkan kepada Anas bin Malik adalah: "Ya Allah berilah riqki pikiran sebagai harta dan anak yang banyak, kemudian berkahi semua itu untuknya". Dan sungguh Allah SWT telah mengabulkan doa-doa Nabi Nya yang tercinta. Oleh karena itu Anas bin Malik menjadi orang yang paling kaya dari kaum Anshor dan yang paling banyak, hingga dia melihat anak-anak dan cucunya lebih dari 100. Dan Allah SWT telah memberkahi umurnya sehinagga ia hidupu dalam 1 kurun penuh dan lebih 3 tahun. Anas bin Malik RA adalah orang yang sangat mengharapkan Syafa'at Rasulullah besok di hari Qiyamat, dia selalu mengatakan: "Sesungguhnya aku ingin bertemu Rasulullah SAW besok di hari Qiyamat, dan aku akan mengatakan yakin," Wahai Rasulallah ini adalah pembantu kecilmu Unais ". Dan kompilasi Anas bin Malik sakit dipenghujung usianya beliau mengatakan kepada keluarga: "Talkinkan aku 2 Kalimat Syahadat, Laa Ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah". Setelah Anas bin Malik: dua kalimat Syahadat tersebut Beliau meninggal dengan bahagia. Dan beliau mewasiatkan agar ia di kubur dengan tongkat kecil yang dihadiahkan Rasulullah SAW Perjuangan, dan tempat disebelah sisi bersama gamis yang besarbesaran. 
Sungguh beruntung Anas bin Malik atas karunia Allah yang diberikan oleh, karena ia bisa mendampingi Rasulullah selama 10 tahun penuh, dan dia adalah 3 diantar periwayat hadits terbanyak setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Semoga Allah memberikan pahala utuh dan kepada ibu dengan sebaik -ulusan pahala.

1 komentar:

  1. website sabung ayam online terbaik di situs sabung ayam live
    Untuk Info, Bisa Hubungi Customer Service Kami ( SIAP MELAYANI 24 JAM ) :
    WA: +628122222995

    BalasHapus