Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Hallo Bertemu Kembali Dengan Saya Dicky Saputra Penulis Pemula
Semoga saya memberikan rangkuman penjas sekarang saya akan menulis seputar Keagamaan Semoga Bermanfaat
Yaitu Kisah Hamzah Bin Abdul Muthollib RA
Hamzah bin Abdul Muthalib Pemimpin Para Syuhada.
Pada hari itu, Hamzah bin Abdul Muthalib keluar dari perusahaan sambil membawa busur dan anak panah untuk berburu. Muda, paman Rasulullah ini memang hobi dan gemar berburu binatang.
Setelah hampir seharian menghabiskan waktu di tempat perburuan tanpa mendapatkan hasil, ia pun beranjak pulang. Sebelum kembali ke rumah, ia lebih dulu mampir di Ka'bah untuk melakukan thawaf.
Sebelum sampai di Ka'bah, seorang budak perempuan milik Abdullah bin Jud'an At-Taimi menghampirinya seraya berkata, "Hai Abu Umarah, andai saja dulu SEKARANG kamu melihat apa yang dialami oleh keponakanmu, Muhammad bin Abdullah, niscaya kamu tidak akan akan membiarkannya. Ketahuilah, bahwa Abu Jahal bin Hisyam telah memaki dan menyakiti keponakanmu itu, hingga akhirnya ia menceritakan luka-luka di sekujur tubuhnya. "
Usai panjang lebar pemutaran yang dialami oleh keponakannya, Hamzah terdiam sambil menundukkan kepala tertentu. Ia kemudian membawa busur dan anak panahnya, kemudian menuju ke arah Ka'bah dan berharap dapat bertemu Abu Jahal di sana.
Sampai di Ka'bah ia melihat Abu Jahal dan beberapa pembesar Quraisy sedang berbincang-bincang. Dengan tenang Hamzah mendekat Abu Jahal. Lalu dengan gerakan yang cepat ia lepaskan busur panahnya dan dihantamkan ke kepala Abu Jahal berkali-kali sampai jatuh tersungkur. Darah segar mengucur deras dari dahinya.
"Mengapa kamu memaki dan mencederai Muhammad, padahal aku sudah menganutnya dan yakin apa yang dikatakannya? Sekarang, coba ulangi kembali makian dan cercaanmu itu kepadaku jika kamu berani!" bentak Hamzah kepada Abu Jahal.
Dalam beberapa saat, orang-orang yang berada di sekitar Ka'bah lupa akan penghinaan yang baru saja menimpa pemimpin mereka. Mereka sangat terpesona oleh kata-kata yang keluar dari mulut Hamzah yang menyatakan bahwa ia telah menganut dan menjadi Pengikut Muhammad.
Tiba tiba beberapa orang dari Bani Makhzum bangkit untuk melawan Hamzah dan menolong Abu Jahal. Tapi Abu Jahal melarang dan mencegahnya seraya berkata, "biarkanlah Abu Umarah melampiaskan amarahnya kepadaku. Karena tadi pagi, aku telah memaki dan mencerca keponakannya dengan kata-kata yang tidak pantas."
Hamzah bin Abdul Muthalib adalah seorang yang memiliki otak yang cerdas dan ahli yang kuat. Ia adalah paman Nabi dan saudara sepersusuannya. Dia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian. Ia juga hijrah bersama Rasulullah SAW dan ikut dalam perang Badar. Pada Perang Uhud syahid dan Rasulullah menjulukinya dengan "Asadullah" (Singa Allah) dan menyebutnya "Sayidus Syuhada" (Penghulu atau Pemimpin Para Syuhada).
Ketika sampai di rumah, ia duduk sambil menonton berbagai rasa lelah dan berpikir dan juga merenungkan peristiwa yang baru saja dialaminya.
Sementara itu, Abu Jahal yang telah mengetahui bahwa Hamzah telah berdiri dalam barisan kaum Muslimin berpendapat, perang antara kaum kafir Quraisy dengan kaum Muslimin sudah tidak dapat dielakkan lagi.
Oleh sebab itu, ia mulai menghasut dan memprovokasikan orang-orang Quraisy untuk melakukan tindak kekerasan terhadap Rasulullah dan pengikutnya. Tulisan Hamzah tidak dapat membendung kekerasan yang dilakukan kaum Quraisy terhadap para sahabat yang lemah. Akan tetapi harus diakui, bahwa keislamannya telah menjadi perisai dan benteng pelindung bagi kaum Muslimin lainnya.
Lebih dari itu menjadi daya tarik pribadi bagi kabilah-kabilah Arab yang ada di sekitar Jazirah Arab untuk lebih mengetahui agama Islam lebih mendalam. Karena memeluk islam, Hamzah telah berniat untuk membaktikan semua keperwiraan, keperkasaan, dan juga jiwa raganya untuk kepentingan dakwah Islam.
Pada Perang Badar, Rasulullah menunjuk Hamzah sebagai salah satu komandan perang. Ia dan Ali bin Abi Thalib menunjukkan keberanian dan keperkasaannya yang luar biasa dalam mempertahankan kemuliaan agama Islam. Akhirnya, kaum Muslimin berhasil memenangkan gilang gemilang.
Kaum kafir Quraisy tidak mau menelan kekalahan sehingga, kemudian mereka mulai mempersiapkan diri dan menghimpun semua kekuatan untuk menuntut balas. Akhirnya, tibalahewuh Perang Uhud di mana kaum kafir Quraisy beberapa kafilah Arab lainnya bersekutu untuk menghancurkan kaum Muslimin. Sasaran utama perang itu adalah Rasulullah dan Hamzah bin Abdul Muthalib.
Seorang pria bernama Washyi bin Harb diperintahkan oleh Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan bin Harb, untuk membunuh Hamzah. Wahsyi yang dijanjikan akan dimerdekakan dan mendapat imbalan yang besar pula jika berhasil menunaikan tugasnya.
Akhirnya, setelah terus-menerus mengintai Hamzah, Wahsyi mengeluarkan tombaknya dari bagian belakang Hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua pahanya. Tak lama kemudian, Hamzah wafat sebai syahid.
Usai sudah peperangan, Rasulullah dan para sahabatnya bersama-sama memeriksa jasad dan tubuh para syuhada yang gugur. Sejenak beliau berhenti, menyaksikan dan membisu seraya udara mata menetes di kedua belah pipinya. Tidak sedikitpun terlintas di benak beliau bahwa moral bangsa arab telah merosot rupa rupa, sampai dengan teganya menyebut keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka telah merusak jasad dan merobek dada Hamzah dan mengambil cermin.
Kemudian Rasulullah menjelang jasad Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah, Seraya berkata, "Tak pernah aku menderita yang kurasakan saat ini. Dan tidak ada apa pun yang lebih menyeramkan dari sekarang."
Setelah itu, Rasulullah dan kaum Muslimin menyalatkan jenazah Hamzah dan para syuhada lainnya satu per satu.
Ibnu Atsir dalam kitab Usud Al-Ghabah, mengatakan dalam Perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy. Sampai saat ini ia tergelincir warta terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan dirobek perutnya. Lalu ginjal dikeluarkan oleh Hindun kemudian dikunyahnya. Namun Hindun memuntahkannya kembali karena bisa menelannya.
Ketika Rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, Beliau sangat marah dan Allahcepat firmannya: "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. orang-orang yang sabar. " (QS An-Nahl: 126)
Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq Sirah-nya, yang Ummayyah bin Khalaf bertanya pada
Abdurahman bin Auf, "Siapakah salah satu pasukan kalian yang dadanya dihias dengan bulu bulu itu?"
"Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib," jawab Abdurrahman bin Auf.
"Dialah yang membuat kekalahan kepada kami," ujar Khalaf.
Abdurahman bin Auf menyebutkan bahwa mencampur perang Badar, Hamzah berperang melucuti Rasulullah dengan dilatasi pedang dua bilah.
Diriwayatkan dari Jabir bahwa kompilasi Rasulullah SAW melihat Hamzah terbunuh, maka beliau menagis. (WALLOOHU A'LAM BISHSHOWAAB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar