BAB 1
TENTANG :AKTIVITAS AIR RENANG GAYA DADA
A.PENGERTIAN AKTIVITAS AIR
Akitas air adalah aktivitas yang dilakukan di air,seperti
renang.sedangkan pengertian air sendiri adalah salah satu sarana yang juga
dapat di gunakan untuk aktivitas olahraga .salah satunya renang.pernah kah kamu
melakukan olahraga renang?Gaya apa saja yang kamu kuasai?Bagaimana prinsip olahraga?simak dan pelajara materi berikut tentang renang
gaya dada.
1.SEJARAH RENANG GAYA DADA
Renang gaya dada popular pada tahun 1875 oleh perenang Inggris Metthew
Webb. Metthew adalah orang pertama yang merenangi teluk Channel (kanal) dengan
menggunakan gaya dada. Gerakan renang gaya menyerupai katak yang sedang
berenang, sehingga gaya ini sering disebut dengan gaya katak.
Perbedaannya, pada manusia sikap meluncurnya dilakukan dengan kedua kaki
dan tangan lurus, sedangkan pada katak hal ini tidak ditemukan. Gaya dada pada abad 19 sudah diajarkan dan
diperlombakan di sekolah-sekolah termasuk sekolah militer, sehingga dikenal
dengan nama gaya sekolah atau “Schoolslag”.
Bentuk variasi berenang secara utuh di bawah air digunakan oleh perenang
Teofilo Lidefonso pada Olympiade tahun 1928.
Ia memodifikasi teknik mengambil napas setelah melakukan satu gerakan di
bawah air. Begitu pula perenang Rusia yang bernama Lounitchev meniru juara
Olympiade 1956 Masaru Furukawa dari Jepang.
Gerak gaya di bawah permukaan air ternyata menambah cepatnya gerak maju,
dan hal ini kemudian dilarang oleh FINA (Induk Organisasi Renang Dunia) sejak
tahun 1957. Peraturan ini kemudian merangsang untuk mengembangkan gaya dada
dengan posisi di atas permukaan air. Perenang Amerika, Chest Jastremski tampil
berperan pada awal tahun 1960 dengan “Power Breast Stroke” (kekuatan gaya
dada), sehingga untuk beberapa saat Amerika Serikat memegang supremasi pada
gaya ini.
Pada tahun 1966 perenang Rusia, Nikolai Pankain mulai mengembangkan gerak
gaya dada yang dapat menambah kecepatan gerak tangan melakukan fase istirahat,
menghilangkan sikap dimana tangan akan kembali bersama-sama di bawah dada. Hal
ini merupakan pembaharuan dalam irama dari gayanya dengan kemungkinan agak
sedikit menunda posisi pengambilan napas. Pengembangan ini berperan penting dan
kini disebut gaya dada Eropa. Gaya ini berbeda dengan gaya dada Amerika.
Juara dunia dari Inggris, David Wilkie yang menjuarai 200 meter gaya dada
pada Olympiade tahun 1976 menggunakan cara membiarkan gerakan tubuh banyak ke
atas, dengan demikian akan membawa bahu dan punggung atas keluar dari permukaan
air. Cara yang dilakukan David Wilkie kemudian
mengundang para ahli Rusia untuk mengadakan penelitian setelah Olympiade
Montreal. Pendekatan ilmiah dan
keuntungan dari gerakan ini dimanfaatkan Rusia, sehingga pada decade 1970-an
para perenangnya mendominasi ranking dunia gaya dada.
2.PENGERTIAN RENANG GAYA DADA
Renang gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan
posisi badan/dada menghadap ke permukaan air, kedua kaki menendang ke arah luar
sedangkan kedua tangan dibuka melebar ke samping sepeti gerakan membelah air
agar badan lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak waktu
berenang sehingga gerakan gaya dada sering juga disebut gaya katak. Renang gaya
dada dibandingkan dengan gaya lainnya merupakan gaya yang paling lambat daya
lajunya.
Renang gaya dada sering di kenal dengan istilah breast stroke
3.PRINSIP-PRINSIP DASAR RENANG GAYA DADA
A.PRINSIP DASAR GERAKAN KAKI RENANG GAYA
DADA
Adapun prinsip dasar gerakan kaki
renang gaya yaitu meliputi aktivitas gerakan kaki,dengan kedua lengan lurus dan
rapat ke depan.Aktivitas tungkai kaki pada renang gaya dada diawali dengan kaki
lurus kebelakang dan rapat,kemudian kedua kaki di tarik,sedangkann kedua tumit
tetap berdekatan.Sementara itu,kedua lutut terpisah kira-kira selebar
bahu.Gerakan menarik kedua kaki ini harus perlahan-lahan karena ini merupakan
gerakan kontra.Selanjutnya,kedua kaki di buka dan di tutup kembali dengan cepat
dan merupakan pukulan cambuk sehingga kedua kaki lurus dan rapat kembali.Dengan
gerakan yang cepat,badan akan meluncur ke depan.Pada saat gerakan meluncur
,tahanan kemuka kecil sekali karena kedua kaki
dan kedua lengan lurus ke depan.Setelah gerakan maju berkurang,gerakan
menarik kedua kakidan gerakan mencambuk di ulang kembali
B.PRINSIP DASAR GERAKAN TANGAN RENANG
GAYA DADA
Prinsip dasar gerakan lengan gaya
dada meliputi beberrapa hal bberikut
1.aktivittas gerakan
tangan,denggann kedua kaki di pegang teman
2.aktivitas gerakan lengan,kedua
paha menjepit papan pelampung
Gerakann
tangan dalam gaya dada pada prinsipnya terbagi menjadi dua tahap,yaitu gerakan
menarik dua kembali.Pada saat melakukan gerakan menarik kedua lengan,kedua siku
menyamping,kedua tangan terpisah melebarsampai kedua tangan di bawah dagu.Ketika menarik kedua lengan ,kepala
terangkat untuk mengambil nafas,kemudian telapak tangan menghadap
kebawah,sedangkann kedua lengan
diluruskan kembali ke depan bersamaan dengan memasukkan kepala kedalam air untuk mengeluarkan
nafas.Gerakan menarik harus dilakukan dengan kuat agar badan dapat meluncur ke
depan.Pada gerakan kembali harus dilakukan perlahann –lahan karena gerakan ini
merupakan gerakan kontra.
C.PRISIP DASAR PERNAFASAN RENANG GAYA
DADA
Prinsip dasar gerakan pernafasan
pada renang gaya dada adalah sebaggai berikut:
a.aktivitas gerakan pernafasan
dengan kedua tangan berpegangan pada papan pelampung
b.aktivitas gerakan pernafasan
dengan kedua paha mennjepit papan
pelampung
prinsip
dasar pengembbalian nafas dalam renang gaya dada dilakukan bersamaan dengan
gerakan lenganPengembalian nafas dilakukan pada saat kepala kembali keluar dari
permukaan air.Dengan demikian,pada gerakan menarik keduua lengan,kepala
diangkat sampai mulut berada di atas permukaan air untuk segera mengambil nafas .Sementara
itu,ketika kedua lengan di luruskan
kembali,kepala kembali mmasuk kedalam air dan pada saat itu mengeluarkan
nafas.Pengambilan nafas dilakukan mulut atau hidung.
D.PRINSIP DASAR GERAKAN KOORDINASI DAN
KOMBINASI RENANG GAYA DADA
Geakann
koordinasi dan kombinasi baru dapat dilakukan setelah gerakan posisi
badan,gerakan kaki,gerakan lengan,dan pengambilan nafas dapat dilakukan dengan
baik ,benar,dan lanncar.Dalam gerakan koordinasi harus dilakukan dengan secara utuh dan menyeluruh
sehingga gerakan renang gaya dada terkoordinasi dengan baik.Koordinasi dan kombinasi
itu adalah sebagai berikut:
a.gerakan badan meluncur maju
atau berakhirnya kedua kaki,menutup dengan gerakan cambukan,kedua tangan lurus
kedepan,kepala masuk kedalam air,dan telapak tangan menghadap belakang.
b.kedua tangan ditarik,kepala
khususnya mulut keluar ke permukaan air untuk mengambil nafas melalui mulut,dan
kedua kaki tetap lurus ke belakang.
C.tarikann kedua lengan setelah
sampai pada bawah dada akan menuju dagu,kedua kaki mulai di tarik kedepan dan
mulai di buka
d.kedua kaki melakukan gerakan
menutup,bersamaan dengan kedua tangan yang akan mulai akan meluruskan ke
depan,kepala masuk ke dalam air.
e.kedua kaki mengakhiri gerakan
menutup dengan cambukan pada pergelangan kaki ,kedua tangan kembali diluruskan
ke depan, kepala masuk kedalam air di ikuti dengan mengeluarkan nafas melalui
mulut dan hidung.
BAB 2 : SENAM IRAMA
A.Pengertian
senam Irama
Senam irama merupakan
bentuk-bentuk gerakan senam yang diikuti dengan irama. Irama yang mengiringi
berupa musik, tepukan tangan, hitungan, atau ketukan yang diberikan oleh
pemberi aba-aba. Tekanan dalam senam irama ada pada irama, fleksibilitas,
kontinuitas gerak, dan irama pengiringnya. Keempat hal tersebut dapat dukungan
dengan melakukan latihan-latihan senam irama secara teratur dan disiplin.
Latihan senam irama yang baik dilakukan secara bersama-sama sehingga akan
terlihat gerakan yang kompak dan serasi. Latihan-latihan pada tahap awal berupa
teknik-teknik dasar senam irama.
B. Unsur – Unsur Senam Irama
Unsur-unsur yang diperlukan dalam senam irama
adalah :
1.
Kelentukan
2.
Keseimbangan
3.
Keluwesan
4.
Fleksibilitas
5.
Kontinuitas
6.
Ketepatan
Dengan irama kita perlu menguasai teknik gerakan
pada senam irama agar mencapai gerakan yang serasi dan bermanfaat bagi jasmani
dan rohani.Hal ini sesuai dengan tujuan senam yaitu membentuk keindahan tubuh,
kebugaran dan kekuatan. Ada tiga hal yang harus ditekankan pada senam irama,
yaitu:
a.
Ketepatan musik/irama
b.
Kelentukan (fleksibilitas)
c.
Kontinuitas gerakan
C. Macam Macam Aliran Senam Irama
1.
Senam irama yang berasal dari seni sandiwara, dipelopori oleh Delsarte tahun
1811 – 1871, seorang sutradara. Ia menghendaki agar gerakan dalam sandiwara
yang dibuat-buat itu dapat dilakukan dengan gerakan yang wajar. Tetapi ia belum
berhasil, karena sifat kesandiwaraan masih terlihat dalam aliran ini. Dialah
yang pertama-tama menciptakan system senam irama.
2.
Senam irama yang berasal dari seni music ini dipelopori oleh Jacques Dalcroze,
seorang guru music yang ingin menyatakan lagu-lagu dalam bentuk gerakan. Dalam
sistemnya sudah tentu lebih mementingkan music dari pada gerakan. Murid
Dalcroze, Bode, berpendapat bahwa gerakan itu harus digerakkan dari dalam ke
feri-feri. Maka senamnya terkenal dengan nama “Ausdruk Gymnastiek” artinya
senam yang dijalankan dengan penuh perasaan. Murid Bode adalah yang sangat senang
memberikan latihan dengan alat seperti bola, gada dan simpai.
3. Senam irama yang berasal dari seni tari,
dipelopori oleh RudolfbLaban tahun 1879 – 1958. Ia berpendapat bahwa senam
irama mengandung:
Ø - Dressur
Ø - Prestasi
olahraga
D. Gerakan Dasar Senam Irama
1.
Gerakan Langkah Kaki
Gerakan langkah kaki
meliputi sebagai berikut.
a. Langkah biasa (looppas)
Berdiri dengan sikap
tegak.Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di samping badan.Melangkahkan kaki
kanan dan jatuhkan pada tumit, dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri
secarabergantian.Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor
sebagai berikut.
1) Kaki mengeper pada sendi lutut.
2) Gerakan dilakukan dengan rileks.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.
Gunakan irama 2/4 (dd),
3/4 (ddd), 4/4 (dddd) diambil sikap tegak, langkah kaki kiri, kedua lengan
lepas di samping badan. Pada bilangan “satu” langkahkan kaki kanan ke depan
dengan meletakkan tumit di depan telapak kaki kiri lalu baru ujung jari kaki
yang terakhir. Bilangan “dua” ganti langkah kaki kiri.Ingat, di dalam melangkah
lutut harus mengeper, tumit harus dijatuhkan.
b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki
kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan
kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan disesuaikan dengan irama.
c. Langkah keseimbangan (ballanspas)
dengan hitungan 1 kanan,
hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.
Secara prinsip, sikap
langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Gerakan kaki mengeper pada lutut.
2) Dilakukan dengan rileks dan luwes.
3) Gerakan
Berdiri dengan sikap
tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan. Hitungan dua, kaki kanan
menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki kanan menapak (tumit masih terangkat)
kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.
Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai
berikut:
1) Tidak ada saat berhenti;
2) Dilakukan dengan
gerakan kaki mengeper;
3) Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.
d. Langkah depan (galoppas)
Sikap tegak anjur
kiri.Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri dimuka kaki kanan.Kraissprong dapat
pula dilakukan kebelakang.Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.
2. Gerakan Ayunan Tangan
a. Ayunan satu lengan depan belakang.
b. Ayunan satu lengan ke samping bersamaan
dengan memindahkan berat badan.
c. Variasi ayunan satu lengan ke
samping bersamaan dengan memindahkan berat badan.
d. Ayunan dua lengan depan belakang.
e. Ayunan dua lengan silang depan di
muka badan.
3. Bentuk-Bentuk Gerakan
Variasi
a. Variasi langkah ke depan dan
gerakan tangan ke atas.
b. Variasi langkah ke samping dengan
gerakan tangan memutar.
E. Senam Irama Dengan Alat
Sesuai dengan laju dan perkembangan cabang-cabang
olahraga, begitu pula dengan cabang olahraga senam irama, dulu disebut Rhytmic
Gymnastics (senam irama) pada masa sekarang disebut modern Rhytmic Gymnastics.
Pada senam irama modern ini selain mempertandingkan rangkaian Senam Irama
Modern tanpa alat tangan, alat lima alat yang dipertandingkan baik secara
perorangan maupun secara beregu. Alat tersebut terdiri atas: bola (balls), tali
(ropes), simpai (hoops), pita (ribbons) dan gada (clubs).
Kelima permainan itu boleh dimainkan secara
perorangan dan boleh secara beregu.Setiap alat mempunyai karakteristik
masing-masing.
Ø Bola (balls)
Ukuran bola tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, asal dapat
dipegang oleh jari-jari tangan dan dapat dikuasai agar tidak mudah jatuh.Bola
boleh terbuat dari karet atau plastik. Kompetisi berat
bola 400gr, lingkarannya 18-20 cm.
Cara memainkannya:
Bola boleh dilempar ke atas kemudian ditangkap lagi, boleh digelundungkan
baik di lantai maupun pada tubuh si pesenam sendiri.
Ø Tali (ropes)
Tali seluruhnya terbuat dari bahan yang halus,
tidak ada tempat memegang yang khusus.Panjang tali disesuaikan dengan tinggi
pesenam itu sendiri. Cara mengukurnya, tengah-tengah tali diinjak oleh salah
satu kaki si pesenam kedua ujung tali dipegang oleh tangan kiri dan kanan
kemudian ujung tali yang dipegang diletakkan di depan bahu.
Cara memainkannya:
Tali dipegang ujungnya baik satu tangan maupun oleh
kedua tangan. Tali bebas untuk dimainkan, boleh dilewatkan ke atas kepala atau
ke bawah telapak kaki sambil loncat, boleh di lempar ke atas, yang
penting tali itu tetap dikuasai dan dimainkan
selama waktu rangkaian yang sudah ditentukan.
Ø Simpai (hoops)
Boleh dibuat dari kayu atau plastik ataupun dari bahan lainnya.Berat sebuah
simpai tidak lebih dari 300 gram, warnanya bebas boleh putih, kuning atau warna
campuran (belang-belang). . tidak termaksud tongkat untuk orang dewasa diameter
atau garis tengahnya. 80-90 cm diukur dari sebelah dalam.
Cara memainkannya:
Dalam penampilan simpai boleh dipegang oleh satu tangan ataupun dua tangan.
Sebelum dapat memainkan simpai dengan baik harus dikuasai macam-macam cara
pegangnya. Misalnya: Reguler grip,
Reserve grip, Inside grip, Outsite grip dan mixed grip. Simpai boleh
dilempar, boleh digelundungkan, menurut teknik dan peraturan-peraturan yang
berlaku.
Ø Pita (ribbons)
Terbuat dari bahan yang halus seperti kain saten. Panjang pita 6 meter
tidak termaksud tongkat (stick) untuk pegangan.Berat pita termaksud tongkat (stick)
untuk pegangan 35 gram.Tongkat untuk pegangan terbuat dari kayu, bamboo atau
bahan lain, misalnya fiber glass. Panjang stick 50-60 cm. Diameter stick 1
cm.Mengayun, memutar, mempuat angka delapan, berbelit-belit seperti ular,
spiral dan macam-macam lemparan.
Ø Gada (clubs)
Terbuat dari kayu atau bahan plastik, bentuk gada hampir sama dengan botol.
Panjang gada 40-50 cm. Berat gada 150 gram.
Latihan dengan gada:
- Mengayun, memutar, memukul, melempar dan menangkap.
Dari kelima alat masing-masing di dalam melakukan rangkaian diiringi music.
Lapangan yang
dipergunakan untuk suatu rangkaian senam irama ialah lantai yang ditutup
oleh matras yang berukuran 12 X 12 cm.
F. Prinsip Gerakan-Gerakan Dalam Senam Irama
Karena sifat
tekanan seperti hal-hal tersebut di atas itu lebih banyak dimiliki oleh putri,
maka senam irama umumnya dilakukan oleh putri.
1.
Irama
Pada dasarnya irama telah dikenal oleh mahasiswa
semasa di Sekolah Menengah Pertama maupun di sekolah Menengah Atas, misalnya
irama: 2/3, 3/4, 4/4 dan sebagainya.
2.
Kelentukan tubuh dalam gerakan (flexibilitas).
Prinsip kelentukan dalam gerakan akan diperoleh
berkat latihan yang tekun dan akan makan waktu yang cukup lama.
3.
Kontinuitas Gerakan
Kontinuitas gerakan akan diperoleh dari rangkaian
gerak-gerak senam yang telah disusun dalam bentuk rangkaian yang siap
ditampilkan. Ini membutuhkan latihan yang tekun dan cukup lama.Maka demi
terciptanya keserasian dalam gerak irama harus dikuasai secara matang.
G. Komponen-Komponen Kesegaran Jasmani Yang Terdapat Dalam Senam
Kesegaran jasmani pada hakekatnya bukan sesuatu
keadaan yang berdiri sendir, melainkan lebih merupakan perpaduan dari beberapa
komponen.Pemisahan atau membeda-bedakan komponen-komponen itu saaatu sama lain
hanya mungkin dalam perbincangan teori, karena selalu saja ada bagian-bagian
yang tak dapat dipisahkan. Ada empat komponen dasar yang mutlak diperlukan
dalam memelihara dan meningkatkan kesegaran jasmani serta sikap tubuh yang baik
yaitu kekuatan otot, kelentukan, daya tahan dan relaksasi.Keempat komponen
dasar tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan senam.
1.
Kekuatan otot
Kekuatan otot yang dalam bahasa Inggris disebut
“Muscular Streengght” merupakan komponen dasar yang penting dalam menyelesaikan
tugas-tugas fisik yang memerlukan pengerahan tenaga.Kekuatan ialah kemampuan
mengerahkan tenaga dalam melawan bebanatau tahanan.Otot-otot yang kurang diberi
pekerjaan atau kurang terlatih cendrung menjadi lemah, kendor, kurang tenaga.
Namun dengan latihan dan kerja yang teratur dan berkesinambungan maka otot-otot
akan menjadi kuat.
Dengan senam yang direncanakan kekuatan dapat dikembangkan
serta tegangan otot diperbaiki.Kekuatan penting dalam kegiatan manusia, selain
itu juga untuk memelihara bentuk tubuh dan sikap yang baik. Namun perlu diingat
bahwa tidak setiap pekerjaan memerlukan kekuatan otot yang sama. Karena itu
tidak sepatutnya kita berharap agar setiap orang memiliki kekkuatan yang sesuai
dengan jenis pekerjaannya.Pola-pola kegiatan yang menggunakan kekuatan otot
contohnya ialah menari beban seperti pada tarik tambang atau menarik pedati,
mendorong benda berat, menjinjing dan menjunjung.
Pola kegiatan lain yang menggunakan kekuatan yang
dipadukan dengan kecepatan, contohnya menendang bola dengan keras. Perpaduan
kekuatan dan kecepatan disebut “power” memang peranan penting dalam
keterampilan olahraga.Otot-otot terdiri atas sejumlah fibrin (serabut otot)
yang secara genetis jumlahnya tidak ssama bagi setiap individu.Jumlah fibril
yang lebih banyak mempunyai potensi fungsional lebih tinggi dari yang
kurang.Artinya dapat lebih kuat, bila sama-sama dilatih.Otot yang terlatih menjadi
lebih besar, fibril-fibril lebih gemuk dan menjadi lebih kuat.Besarnya otot ada
hubungannya dengan kekuatan dan daya tahannya.
2.
Kelentukan
Kelentukan ialah derajat kemampuan gerak pada
berbagai persendiaan atau beberapa persendiaan.Seperti gerakan melipat siku
hanya bekerja satu persendiaanyaitu persendian engsel.Tetapi pada gerakan
membungkuk yang bekerja adalah sejumlah persendiaan, yaitu tulang-tulang leher,
punggung, pinggang.
Kelentukan merupakan syarat mutlak untuk
mengerahkan kekuatan dengan derajat kemungkinan gerak penus secara efisien.
Sebagai contoh misalnya gerakan mengambil bola (cock) rendah dekat net pada
permainan bulu tangkis, di mana pemain harus melangkahkan kaki secara penuh
sambil menyodorkan tangan ke depan. Walaupun pada gerakan ini kekuatan dan
kecepatan bekerja, tetapi peranan kelentukan sangat menentukan.
3.
Daya tahan
Daya tahan sering diberi batasan sebagai kemampuan
secara jasmaniah seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu dalam waktu
yang cukup panjang tanpa sesudahnya mengalami kelelahan yang berlebihan, dalam
arti pulih dalam waktu yang wajar. Daya tahan adalah kemampuan menunda
kelelahan yang akan menyertai kerja fisik. Batasan ini sebenarnya sama
pengertiannya dengan yang terdahulu.
Daya tahan ada bermacam-macam seperti daya tahan
mengetik selama lima jam dalam sehari, seharian mendaki bukit, berlari satu
setengah kilo meter dan lain-lain. Namun demikian daya tahan itu secara praktis
menyangkut kemampuan kerja sistem cardio vascular respiratory (sistem peredaran
darah dan pernafasan) yang disebut juga ergosistem sekunder.
a.
Daya tahan otot
Daya tahan otot ialah daya tahan setempat (lokal)
pada otot yang bekerja untuk sesuatu kegiatan.Daya tahan otot bergantung pada
dua hal yaitu kekuatan otot dan pengerahan (suplai) darah terhadap
kelompok-kelompok otot tersebut.Otot-otot dengan kekuatan yang lebih besar
mempunyai daya tahan yang lebih besar pula. Dengan kata lain yang lebih kuat
kerjanya lebih efisien dan kelelahan dikurangi. Sebagai contoh misalnya
seseorang yang tangannya berotot kuat akan dapat melakukan gerakan push up
lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan berotot kurang kuat.
b.
Daya tahan cardio vascular respiratory
Daya tahan ini menyangkut kemampuan tubuh untuk
mengerahkan daerah yang mengandung O2 dan nutrisi kejaringan tubuh yang aktif,
serta menyangkut sisa-sisa metabolism kea lat-alat pengeluarannya.Itu semua
berhubungan dengan kekuatan dan tonus (tegangan) jantung.Kerja paru-paru,
peredaran darah dan mobilisasi cadangan energi dalam menghadapi tekanan yaitu
latihan jasmani dan kerja. Jantung adalah otot seperti otot-otot yang lain bila
terlatih menjadi lebih kuat dansebagai akibatnya dapat memompa darah lebih
banyak, dengan demikian maka denyut nadi lebih tenang.
Jantung yang lebih kuat lebih cepat bereaksi
terhadap kegiatan jasmani yang meningkat, tetapi juga lebih cepat menurun kea
rah normal denyutannya.Latihan daya tahan cardio vascular respiratory selain
memperkuat jantung yang berarti melancarkan peredaran darah juga mempengaruhi
kapasitas vital yaitu jumlah O2 yang dapat diambil oleh paru-paru pada saat
bernafas, sehingga tarikan nafas pada saat istirahat tidak dalam.
4.
Relaksasi
Komponen keempat dari pada kesegaran jasmani adalah
relaksasi.Komponen ini sebenarnya bersifat jasmaniah dan rohaniah.Secara
jasmaniah maka relaksasi adalah kemampuan melepaskan ketegangan yang berlebihan
pada saraf otot.Ketegangan yang berlebihan pada saraf dan otot dapat
disembuhkan dengan berolahraga yang mengandung unsur rekreatif.Saraf dan otot
harus berada dalam tegangan yang optimal.
H. Manfaat Senam Irama
1.
Manfaat Fisik
Orang yang melakukan senam irama secara rutin akan
mengembangkan kemampuan daya tahan, otot, kekuatan, tenaga, kelentukan,
koordinasi, kelincahan dan keseimbangan.
2.
Manfaat Mental
Orang yang rutin melakukan senam irama mampu
menggunakan kemampuan berfikirnya secara aktif dan kreatif melalui pemecahan
masalah gerak.
3.
Manfaat Sosial
Kegiatan senam dilakukan secara bersama-sama dalam
hal ini maka akan terwujud interaksi sosial.
BAB 3
PolaHidupSehat
pengertian pola hidup sehat
Kesehatan merupakan dasar untuk peningkatan dan pembinaan kesegaran jasmani, oleh karena itu sebelum seseorang melakukan latihan kesegaran jasmani, ia mutlak harus berada dalam kondisi sehat.
Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang meliputi program kesehatan, kesegaran jarman, gizi dan aktivitas rekreasi bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktivitas kerja yang tinggi. Dengan melaksanakan pola hidup sehat secara baik dan benar, maka seorang PNS akan memperoleh tubuh yang sehat, tingkat kesegaran jasmani yang memadai serta mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif.
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah sebagai berikut:
1. Berpenampilan lebih sehat dan ceria
2. Dapat tidur nyenyak
3. Dapat menikmati kehidupan sosial baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup
4. Dapat berjalan atau berkarya lebih baik
5. Dapat meningkatkan produktivitas kerja
6. Berfikir sehat dan positif
7. Merasa tentram dan nyaman
8. Memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992, dijelaskan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa kesehatan bukanlah semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan. Dari pengertian tersebut tersimpulkan bahwa hidup sehat secara badaniah, sosial dan rohani merupakan hak setiap orang. Sedangkan yang dimaksud dengan pola hidup sehat adalah segala upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindari diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
Senam merupakan aktivitas fisik yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak. Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mendapat penekanan di dalam program pendidikan jasmani, terutama karena tuntutan fisik yang dipersyaratkannya, seperti kekuatan dan daya tahan otot dari seluruh bagian tubuh. Di samping itu, senam juga menyumbang besar pada perkembangan gerak dasar fundamental yang penting bagi aktivitas fisik cabang olahraga lain, terutama dalam hal bagaimana mengatur tubuh secara efektif dan efisien.
pengertian pola hidup sehat
Kesehatan merupakan dasar untuk peningkatan dan pembinaan kesegaran jasmani, oleh karena itu sebelum seseorang melakukan latihan kesegaran jasmani, ia mutlak harus berada dalam kondisi sehat.
Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang meliputi program kesehatan, kesegaran jarman, gizi dan aktivitas rekreasi bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktivitas kerja yang tinggi. Dengan melaksanakan pola hidup sehat secara baik dan benar, maka seorang PNS akan memperoleh tubuh yang sehat, tingkat kesegaran jasmani yang memadai serta mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif.
Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah sebagai berikut:
1. Berpenampilan lebih sehat dan ceria
2. Dapat tidur nyenyak
3. Dapat menikmati kehidupan sosial baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas hidup
4. Dapat berjalan atau berkarya lebih baik
5. Dapat meningkatkan produktivitas kerja
6. Berfikir sehat dan positif
7. Merasa tentram dan nyaman
8. Memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992, dijelaskan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa kesehatan bukanlah semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan. Dari pengertian tersebut tersimpulkan bahwa hidup sehat secara badaniah, sosial dan rohani merupakan hak setiap orang. Sedangkan yang dimaksud dengan pola hidup sehat adalah segala upaya guna menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindari diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
Senam merupakan aktivitas fisik yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak. Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mendapat penekanan di dalam program pendidikan jasmani, terutama karena tuntutan fisik yang dipersyaratkannya, seperti kekuatan dan daya tahan otot dari seluruh bagian tubuh. Di samping itu, senam juga menyumbang besar pada perkembangan gerak dasar fundamental yang penting bagi aktivitas fisik cabang olahraga lain, terutama dalam hal bagaimana mengatur tubuh secara efektif dan efisien.