Entri yang Diunggulkan

Sukses di usia muda

Minggu, 13 Mei 2018

HNI-HPAI

Etta goat milk 90 k 10 sachet
Extra food 80 k
HPAI coffe 125k
Jannatea cold 115 k
Kopi 7 elemen 10 sachet 70 k kalau 20 sachet 120 k
Madu asli multifora 100k
Madu asli premium 130k
Masu pahit 120 k
Madu sj 120 k
Minyak zaitun 27 k
Sari kurma 50 k
Stimfibre 350 k
Kangen water galon pertama 100 k, isi ulang 75 k
Beauty cream day 75 cream night 85 k
Detergent 42 k
Softener 33k
Paper daily 25 k
Savun kolagen 28k
Sabun madu 25 k
Sabun propolis 25 k
Spirulina 90 k
Ada herbal juga
Boleh chat tanya tanya jn lpa order..
Belanja murah khasiat luar biasa sudah terbukti dapet pahala juga❤
Wa; 083116639897 dicky saputra

Jumat, 11 Mei 2018

Kisah shohabat Nabi

Kisah ANAS BIN MALIK. RA 
 Anas bin Malik dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummu Sulaim. Kecil untuk melayani Nabi Muhammad SAW, Provinsi selalu bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, Dia menghafal banyak hadis.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW Anas bin Malik pergi dan menetap di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Ia menembak beberapa hal dalam pandangan Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang berbicara paling panjang.

Anas bin Malik adalah sahabat yang terakhir mati di basrah dan sahabat yang terakhir adalah Amir Attufairi.Ana bin Malik berkhidmat dengan nabi semasa dia masih kecil, selama 10 tahun.Nabi juga selalu mendampingi Anas bin Malik untuk memberi dorongan pada Anas, kompilasi agar memulakan makan , nabi per perintah anas untuk membaca doa dan mengambil makanan yang ada di hadapan dulu.Begitu sikap nabi mengajar Anas bin Malik 

Sahabat Anas bin Malik Al Anshari RA mendapat do'a dari Nabi SAW: 

“Ya Allah berilah dia harta dan anak yang banyak, dan berkahilah umurnya”

Anas bin Malik dalam umurnya yang sangat dini, kompilasi emosi yang bernama Humasha, menalkinkan dua kalimat Syahadatalkan, kemudian timbullah benih cinta kepada Sang Nabi Muhammad SAW. Dengan itu pula timbullah kerinduan Anas untuk mendengarkan cerita-cerita Nabinya, Telinganya telah merindukan Sang Nabi sebelum mata lihat, kemudian Anas banyak anak-anak kecil yang merindukan Nabi wal Sang Nabi sedang di Mekkah sementara mereka di Madinah, mereka semua rindu agar bisa menjadi orang yang selamat dapat Menyaksikan sang nabi pujaan dan nikmat bisa bertemu dengannya.

PERJUMPAAN DENGAN RASULULLAH

Tidak berlangsung lama, Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan ke kota Madinah dengan sahabatnya Abu Bakar AsSiddiq untuk berhijrah. Maka setiap rumah yang ada di Madinah menjadi bercahaya, dengan hati yang gembira, setiap pandangan dan mereka yang bersambung dengan jalan yang akan dilalui Rasulullah dan sahabatnya menuju kota Madinah. Para sahabat setiap hari di penghujung kota, Madinah, menanti Nabi Muhammad SAW. Anak-anak kecilpun termasuk Anas bin Malikabung pula Menyembah bersama para sahabat. Akan tetapi Sang Nabi tak kunjung datang.

MENJADI PELAYAN RASULULLAH

Di pagi yang cerah dan mentari yang bersinar indah seorang laki-laki berteriak dengan kencang: "Sesungguhnya Nabi Muhammad dan sahabatnya sudah dekat dengan kota Madinah". Maka semua orang-laki berbondong-bondong menuju gerbang kota Madinah yang akan dilalui oleh Sang Nabi pembawa hidayah dan Kebenaran. Maka mereka para penduduk kota Madinah baik orang tua atau pemuda dan anak-anak kecil, berlomba-lomba untuk menyambut Sang Nabi, wajah mereka berseri-seri, hati mereka berbunga-bunga, dan salah satu yang paling bercahaya luar biasa Anas bin Malik.

Akhirnya Rasulullah SAW bersama sahabatnya Sayyidina Abu Bakar AsSiddiq disambut oleh jamaah laki-laki dan anak-anak kota Madinah. Dan golongan perempuan dan anak-anak perempuan Rasulullah di atas rumah-rumah mereka, mereka memandangi Rasulullah dari tempat-tempat yang jauh dengan mengatakan: “Apakah dia…? Apakah dia ..? ”Maka hari itu pun menjadi momen yang tak terlupakan. Anas bin Malik pun selalu menyebut acara itu selama lebih dari tahun.
Belum lagi Rasulullah menetap di kota madinah, Humaisha 'binti Milhan ibunda Anas bin Malik bersama putra tercinta yang masih kecil yang berjalan didepannya dengan meloncat-meloncat kegirangan, dan kuncirnya bergoyang kekanan dan kekiri, kemudian ibunda Anas ucapkan salam kepada Sang Nabi dan berkata: “ Ya Rasulullah, tidak ada laki-laki atau perempuan dari golongan Anshor kecuali telah memberimu hadiah, akan tetapi aku tidak menemukan sesuatu yang bisa kuhadiahkan kepadamu kecuali putraku ini, maka ambillah ia, jadikanlah saya pembatumu ”. Maka nabipun senang, dan menerima Anas dengan wajah yang berseri-seri. Kemudian Rasulullah mengusap kepala Anas bin Malik dengan kiriman yang mulia dan putus kuncirnya dengan jari-jarinya yang lembut. Dan membawa Anas kekeluarga Rasulullah SAW.

Anas bin Malik atau Uneis (Terpadu Rasulullah kepada Anas). Dalam usianya yang sangat tepat adalah hari-hari yang sangat membahagiakannya, kompilasi menjadi pembantu Nabi Muhammad SAW, dan dia hidup dalam pendidikan dan penjagaan Nabi Muhammad SAW, sampai beliau meninggal, dan masa-masa itu memang berlangsung selama sepuluh tahun tepat, jiwanya pun lengkap dengan hidayah, hati penuh dengan hadits-hadits Nabi Anggota menjadi orang yang lebih tahu tentang keadaan Nabi, rahasia, sifat-sifat Nabi SAW, yang tidak mengenal orang lain kecuali dirinya. KENANGAN MANIS BERSAMA RASULULLAH

Annas bin Malik telah melihat dari pergaulan Nabi yang sangat mulia yang tidak dapat diperoleh dari seorangpun. Dan persepsi indahnya perangai Nabi, dan agungnya sifat-sifat Nabi. Yang membuat semua orang didunia, atau aku memisahkan tentang Anas bin Malik sebuah hadits yang sangat jelas. Anas bin Malik berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus akhlaqnya, yang paling lapang dadanya, dan yang paling dermawan. Dia akan mengirimkan pesan kepada mereka, yang kemudian menjadi anak-anak kecil yang sedang di dunia untuk bermain bersama mereka dan tidak untuk tidak menunaikan hajatnya Rasulullah SAW, saat inipun ada ada saja ada seseorang yang berdiri di belakangku dan mendekat bajuku, aku memalingkan wajahku untuk melihatnya. Seketika aku dapati Rasulullah tersenyum manis kepadaku dan berkata: "Wahai Unais apakah kamu sudah melakukan tindakan yang telah aku perban kepadamu?" Maka aku pun berlari dan berkata: "Ya, aku akan kerjakan sekarang wahai Rasulullah". Demi Allah sungguh aku telah menjadi pembantu Rasulallah selama sepuluh tahun dan Beliau pun tidak pernah mengatakan untuk sesuatu yang aku kerjakan: “Mengapa Engkau kerjakan!” Dan untuk yang aku pergi: “Mengapa Engkau Tinggalkan?”

Dan Rasulullah SAW gaya panggilan Anas, panggilannya dengan panggilan Unais, yaitu dengan panggilan yang penuh dengan kasih sayang. Terkadang Dia juga memanggilnya dengan istilah wahai Anakku, panggilan yang lengkap dengan keakraban. Dan Rasulullah Surahlah dengan nasihat-nasihat dan ucapan-ucapan hikmah yang mulia, yaitu: "Wahai Anakku, mempengaruhi Engkau mampu untuk melewati hari-harimu dengan hati yang tidak ada kedengkian, maka kerjakanlah, wahai anakku sebenarnya semua itu adalah sunahku dan barang-barang Yang Satu dari sunahku adalah benar-benar dia telah mencintaiku, dan barang siapa yang mencintaiku kemudian bersamaku di surga. Wahai anakku, termasuk Engkau ingin masuk ke keluagamu, kemudian ucapkan salam kepada mereka, yang akan menghasilkan keberkahan untukmu dan keluargamu.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Anas bin Malik hidup selama 80 tahun lebih, hati penuh dengan ilmu dari ilmunya Rasulullah SAW, dan akalnya pun tajam, untuk mengetahui syariat-syariat Islam. Hatinya pun hidup dengan hidayah Rasulullah SAW. Dan Anas dalam waktu yang sangat panjang Ini adalah tempat kembalinya orang-orang muslimin, melipatgandakan mereka menemukan masalah-masalah yang rumit dan merekapun anti-bencana yang berasal dari Anas bin Malik adalah bahwa sebagian besar orang yang ragu dalam syariat agama, mereka ... ....... di hari Qiyamat. Kemudian mereka mendatangi Anas bin Malik dan memerhatikan hal-hal tersebut, maka Anas bin Malik menjawab: "Aku tidak menyangka dalam hidupku yang lama ini akan menghubungkan orang-orang yang seperti kalian yang meragukan telaganya Rasulullah SAW, maka ketahuilah akan datang orang yang lemah agamanya setelahku, dan mereka tidak melaksanakan shalat akan tetapi mereka meminta kepada Allah agar bisa minum dari telaganya Rasulullah SAW.

Dalam perjalanan yang sangat panjang, Anas bin Malik selalu menggerakkan bibirnya untuk menyebut Rasulullah SAW. Hari yang sangat menggembirakannya adalah hari pertemuannya dengan Rasulullah SAW, dan hari yang terpikir adalah hari perpisahannya dengan Rasulullah SAW. Kenangan itu selalu disebut-sebut dengan bibirnya yang mulia. Anas bin Malik adalah seorang yang semangat untuk meneladani Rasulullah SAW baik ucapan maupun perilakunya, mencintai apa yang dicintai Rasulullah, penderitaan apa yang dibenci Rasulullah, dan hari yang sangat berkesan dalam berlalu adalah 2 hari, yaitu hari mencampur dengan Rasulullah SAW, dan hari kompilasi berpisah dengan Rasulullah SAW. Ketika ia mengingat hari yang pertama kali dilakukan, merayakan, dan mengingat hari-hari mengingat bahwa hari-hari yang ke 2 ia akan menangis tersedu-sedu, orang-orang lain yang disebutnya ikut ikut menangis. Kata-kata yang Selalu besarbesaran adalah: "Sungguh aku Telah Melihat Rasulullah SAW melakukan pencarian untuk meninjau Kami di kota Madinah, Dan Benar-Benar Telah Melihat hal beliau, Yang Mengisi beliau di antara kita TIDAK ADA Yang Lebih Dari mendatangi PADA Akhirnya. Dihari pertama bercampur Rasulullah SAWdah kota madinah segala sesuatu tampak bercahaya, dan dihari bercampur Rasulullah meninggal segala sesuatupun tampak gelap gulita. Dan hari terakhir mencampur hari adalah hari senin, mencampur nama-nama Sang Nabi dengan kamar mandi. Dan diwaktu itu semua orang yang ada di Untuk melihat Nabi SAW, maka hampir semua orang terkejut, ketakutan, maka Abu Bakar memberikan isyarat kepada mereka untuk bersabar dan tenang, kemudian meninggallah Rasulullah SAW di penghujung hari Senin. Maka tidak ada pemandangan yang berhubungan dengan kita menutupnya dengan tanah.

Rasulullah SAW banyak mendoakan Anas bin Malik, dan salah satu doa Rasulullah yang dikhususkan kepada Anas bin Malik adalah: "Ya Allah berilah riqki pikiran sebagai harta dan anak yang banyak, kemudian berkahi semua itu untuknya". Dan sungguh Allah SWT telah mengabulkan doa-doa Nabi Nya yang tercinta. Oleh karena itu Anas bin Malik menjadi orang yang paling kaya dari kaum Anshor dan yang paling banyak, hingga dia melihat anak-anak dan cucunya lebih dari 100. Dan Allah SWT telah memberkahi umurnya sehinagga ia hidupu dalam 1 kurun penuh dan lebih 3 tahun. Anas bin Malik RA adalah orang yang sangat mengharapkan Syafa'at Rasulullah besok di hari Qiyamat, dia selalu mengatakan: "Sesungguhnya aku ingin bertemu Rasulullah SAW besok di hari Qiyamat, dan aku akan mengatakan yakin," Wahai Rasulallah ini adalah pembantu kecilmu Unais ". Dan kompilasi Anas bin Malik sakit dipenghujung usianya beliau mengatakan kepada keluarga: "Talkinkan aku 2 Kalimat Syahadat, Laa Ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah". Setelah Anas bin Malik: dua kalimat Syahadat tersebut Beliau meninggal dengan bahagia. Dan beliau mewasiatkan agar ia di kubur dengan tongkat kecil yang dihadiahkan Rasulullah SAW Perjuangan, dan tempat disebelah sisi bersama gamis yang besarbesaran. 
Sungguh beruntung Anas bin Malik atas karunia Allah yang diberikan oleh, karena ia bisa mendampingi Rasulullah selama 10 tahun penuh, dan dia adalah 3 diantar periwayat hadits terbanyak setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Semoga Allah memberikan pahala utuh dan kepada ibu dengan sebaik -ulusan pahala.

Sabtu, 05 Mei 2018

Cerita Bersambung Tema Cinta

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Bertemu Lagi Di Blog Saya Kali Ini Saya Akan Menulis Sebuah Cerita

"Kamu Istri Duniaku Bidadari Syurgaku"

Dikisahkan Ada Seorang Anak Laki Laki Bernama Al farizi. Dia Lahir di Subang pada Tanggal 28 Oktober 2001. Dia Adalah Seorang Anak Dari Pasangan Suami Istri Yang Bernama Drs Martis Dan Yartus. Dia Adalah Seorang Anak Kedua Dari 4 Bersaudara. Dia Tinggal Bersama Kedua Orang Tuanya dan Ketiga Saudaraya.
Al Farizi Merupakan Seorang Cowo Yang Bisa Di bilang Mainkan Anak Tapi Gagal😅Dia Memulai Karir Berpacaran (cieee) Pada Masa Sekolah Dasar (Mantepkan?) 😁Tepat nya Pada Umur 13 Tahun, Dia Berpacaran dengan seorang wanita yang bisa di katakan bintang kelas (mantepkan ?).
Tapi Hubungannya Tidak Berlangsung Lama ..
Hanya Sampai 1 Bulan dan enggak (Cinta monyet) ..
Selanjutnya Al farizi lulus sekolah dasar dan masuk ke smp..cie lulus hehe
Nah Di Smp bilang dia di cap play boy gagal; v kenapa , Dia adalah Orang yang tukang phpin wanita tapi dia juga sering kena php haha
Awal Dia pacaran kompilasi baru masuk SMP dengan seorang wanita pilihannya kompilasi itu..cie cie
Meskipun mereka pacaran al farizi malah deket sama wanita lain, pada akhirnya mereka pun putus..tak lama setelah putus al farizi kembali berpacaran dengan seorang wanita aehae cpet amat bergerak ya? Namanya aja main boy gagal ha ha
Tapi lebih lagi itu hanya sekitar 1 minggu lalu putus
Dan al farizi pun kembali Berpacaran dengan seorang Wanita ya bisa dibilang pinter hehe
 Tapi lagi-lagi al farizi selingkuh dengan seorang wanita yang merupakan temen deket karna itu
Gila nggk?
 Dia pun beranjak remaja dan naik ke kelas 8 ..
Ketika kelas 8 Al farizi pun masih pengguna Play boy gagal dahulu tidak?
Dia sering Di PHPin Wanita dan Dia juga orng yang suka PHP
Di Kelas 8 Ini dia mulai berpacaran dengan seorang yang cantik, hebat, pinter dan berbicara adik kelas nya asyikk sma yang muda hehe ..
Lagi-lagi lagi Alfarizi mengecewakan wanita dia tidak deket sama wanita lain ehh pacaran ..
Akhirnya dia di putusin adik kelasnya dan berpacaran dengan teman seangkatan hehe hebat nya mereka Berpacaran cuma 1 hari gila banget; (
 Setelah putus alfarizi menjomblo dulu tapi dia tetap PHPin wanita.
Tak lama al farizi pun mulai menua asyikk dia naik ke kelas 9 waw ..
Di kelas 9 dia masih menyandang play boy gagal ..
 Di kelas banyak dia Berpacaran dengan seorang wanita bernama evos; v nama samaran ya
Yang hanya pacaran selama  satu minggu waw ajibb banget selain sama evos dia berpacaran juga sama savos dan Dekat dengan banyak sekali adik kelas..Namun Setelah putus dari savos
Alfarizi mulai bertaubat gila gak? Taubat cuy😁dari status keplayboy an nyaa
Karena ada yang menginspirasinya
Yaitu "zi dari pada lu gunta ganti pacar, doi mending lu cari cinta lu dalam doa"
Akhirnya alfarizi pun nurut hehe
Beranjak lah dewasa dan lulus smp ..dia masuk ke SMA. Di SMA Dia mencari dan berdoa asyik berdoa bagus dah ..
Tapi semester satu dia tidak menemukan yang dia cari
Ehh Dia Menyenangkan Pas akhir semester satu
Disinilah kisah yant nyata di mulai
Alfarizi Temukan seorang yang dia cari, dia inginkan, dia berharap dalam dunia, di tengah penantian doa dan keimanannya acieeee
Tepatnya ketika ada acara di sekolah dia menemukan seorang wanita yang Selama ini dia cari, yang bernama rivos samaran lagi; v
Awal nya alfarizi mengajak fotbar hemm ciee trik itu kayaknya ..
Setelah fotbar Alfarizi kepoin Fb, wa, ig dan nanya nanya kesmua orang..tntang rivos
Akhirnya dia menemukan fakta tentang rivos dan benar rivos adalah wanita yang selama ini dia cari
Akhirnya alfarizi pun memutuskan dan tekad dengan bulat dia menikung rivos dalak doanya, dia memohon rivos dalam usahanya dia berjuang sekuat tenaga demi rivos
Dia pun rela Sianida "Siap Nikah Muda" untuk segera menghalalkan rivos dan siap sukses dengan bekerja sama dengan rivos.
Apa yang terjadi? Tunggu keterusannya yaa kita bersambung dulu hehe
Seperti, Komentar, Bagikan dan ikuti 


Terima kasih
Yang sudah baca
Ada Berapa Mantan Dari Alfarizi Di cerita "kamu istri duniaku bidadari syurgaku"

Kisah Sahabat Nabi

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Kembali ke cerita Shahabat nabi 
Penulis kali ini akan menulis kisah Shahabat Salman Al-Farizi
Semoga Berma
Salman Alfarisi RA, Awalnya Sebagai penganut agama Majusi, Salman Al Farisi dikenal sebagai pengikut yang taat, jadi pula pemindahan yang menjadi tempat kepala daerah Isfahan, Persia.

Semua berawal membuat Salman tertarik dengan doktrin-doktrin kemerdekaan Nasrani. Atas skenario Allah SWT, Salman mendapatkan tugas untuk memantau perkebunannya. Dalam perjalanan Salman menuju tanah perkebunan, ia melewati sebuah gereja Nasrani.

Ia pun bertanya bertanya pada gerejawan, "Dari mana asal-usul agama ini?" Mereka pun menjawab, "Dari Syam (sekarang daerah Suriah, Palestina, dan Yordania)".

Sang pemuda pun menasaran, "Jika rombongan dari Syam beragama Nasrani datang ke sini untuk berdagang, dapatkah kalian mengabarkanku?" pinta si pemuda yang kemudian menerima suka cita oleh mereka. Si pemuda pun kemudian menghabiskan waktu di gereja itu hingga senja. Tugas menguasai lahan tembus demikian saja.

Berita itu didengar oleh sang ayah yang lantas marah luar biasa. Ayahnya adalah seorang Dihqan (tokoh masyarakat). Salman adalah anak kesayanganolasi.
Seiring berjalannya waktu, cinta menyebabkan Salman semakin kuat dan membuat semakin takut kehilangan Salman. Ia tidak diizinkan keluar rumah.

Dia hanya memesan di rumah sepanjang waktu. Duduk di dekat kebenaran seakan-akan ia yang bertanggung jawab atas nyalanya api. Salman merasa diperla kukan bak seorang budak.

Hingga sekian lama, si pemuda mendapat kabar dari rombongan dari Syam datang. Mereka bahkan berhasil menyelesaikan masalah dan akan segera kembali pulang ke Syam. Si pemuda pun terjadi.... Ia pun pergi bersama rombongan mereka dan ikut menempuh perjalanan bersama mereka.

Setiba di Syam, ia mencari ahli agama yang menjadi tuntunan warga. Ia pun mencerminkan kepada seorang uskup di sebuah gereja. Sang pemuda pun praktis mengabdikan diri di sana; menuntut ilmu dan menjadi hamba Allah yang taat.

"Aku sangat suka agama ini. Bolehkah aku tinggal bersama Anda agar saya bisa belajar dan sembahyang bersama? Aku akan membantumu mengurus gereja," pinta si pemuda. Sang uskup pun mempersilakannya.

Setelah si uskupinggal, Dipindahkanlah pemuda itu ke Irak. Ia pun segera bertemu Fulan yang disebut dalam wasiat uskup sebelum meninggal. Si pemuda kemudian hidup bersama Fulan. Tak berapa lama, Fulan meninggal dunia.

Dia berwasiat agar si pemuda di kota Nashibin (Aljazair) hingga di Amuria (kota di Romawi). Di Amuria, Salman bekerja hingga memiliki beberapa ekor sapi dan kambing. Tak berlangsung lama, hingga akhirnya Fulan itu wafat.
"Wahai anakku, demi Allah, aku tidak tahu siapa yang akan aku per perintah kamu untuk mendatanginya.

Akan tetapi, sudah sempurna, ada beberapa orang yang mengeluarkan Nabi, dia diutus dengan membawa gerakan Nabi Ibrahim. Nabi itu akan keluar diusir dari tempat-tempat di Arab dan berhijrah ke daerah antara dua perbukitan.

Di antara dua bukit itu tumbuh pohon-pohon kurma. Pada kata-kata yang tidak bisa disembunyikan, dia mau makan hadiah tetapi tidak mau menerima sedekah, di antara kedua bahunya tanpa tanda-tanda kenabian. Jika bisa ke arah itu, berangkatlah ke sana, "pesan terakhir pendeta itu.

Salman berangkat bersama rombongan Bani Kalb yang melintas dengan balasan sapi dan kambing. Sayangnya sendiri tiba di Wadi al-Qura (antara Suriah dan Madinah), mereka menjual Salman sebagai bagian ke tangan seorang Yahudi.

Kesibukan Salman menjadi banyak, tidak ada informasi yang berkembang di masyarakat bahwa Allah SWT telah mengutus seorang Rasul-Nya. Dia telah tinggal di Makkah beberapa lama. Kemudian menyanyikan Rasul berhijrah ke Madinah. Ia pun akhirnya mendengar kabar tersebut.
 Tanda kenabian Terakhir hari sakit, Salman bertemu Rasulullah SAW. Ia berkata pada Rasulullah, "Telah sampai kepadamu kabar bahwasanya engkau adalah yang shalih, engkau memiliki beberapa orang yang dianggap asing dan miskin.

Aku membawa sedikit sedekah, dan menurutku lebih dari sekadar menerima sedekahku ini, orang lain. "

Salman menyerahkan bekal kepada Rasulullah, lalu ia bersabda di sahabat nya, "Silakan Kamu makan." Sementara dia tidak membalas sedekah itu dan tidak belanjanya. Salman berkata pada dirinya, "Ini satu tanda kenabiannya."

Di hari berikutnya, ia memberikan makanan yang sama dengan akad untuk Rasul, dan akhirnya makan se ba giannya. Salman kembali berkata pada dirinya, "Ini tanda kenabian yang kedua." Tanda kenabian ia besarkan n, setelah ia melihat tanda kena bian di antara punggung Rasul. Dan saat hamil aku yakin bahwa dia adalah seorang Nabi. Salman menangis bahagia seraya memeluk Rasulullah.

Rasulullah bersabda pada Salman, "Geserlah kemari." Salman saat ini. Namun, ia masih tersendara akibat belenggu perbudakan yang melilitnya. Sang desainer hanya akan membebaskannya dengan tebusan sebesar 300 pohon kurma. Rasulullah menyerukan kepada para sahabat untuk membantu Salman.

Para sahabat membantu dengan mem beri pohon (tunas) kurma. Seorang teman ada yang memberikan 30 pohon atau 20 pohon, ada yang 15 pohon dan ada yang 10 pohon. Masing-masing sahabat memberikan pohon kurma sesuai dengan kemampuan mereka, Perkebunan terkumpul benar-benar 300 pohon.

"Injillah wahai Salman dan tanamlah pohon kurma itu untuk ma jikanmu, jika telah selesai datanglah ke mari aku akan ditempatkan di tanganku," sabda Rasulullah. Salman tanam tunas kurma dengan terhubung para sahabat.
 Salman sangat gembira apa yang dia terima jauh dari apa yang dicita-citakannya. Yang hanya ingin bertemu dan berguru, kemudian menjadi anugerah pengakuan sebagai Muslim di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang disatu kan sebagai saudara. (Wallohu A'lam Bishshowab)

Jumat, 04 Mei 2018

Puisi tema sahabat dan Perasaan

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Nah Ini Tulisan Bagi Yang Suka Berpuisi atau lagu mencari Puisi untuk tugasnya hehe.

1.matahari itu bisu

Hei, apakabar mentari
Apakah lembutmu masih seperti dulu
Apakah cahayamu tlah mulai benderang
Apakah kau sudah mulai tersenyum

Hei, terima kasih terima kasih
Lelah menculik jalanku
Untuk memulai hari ini

Hei, mentari
Bagaimana hari ini
Ceritakan lah hari yang tlah kau lalui

Matahari terlihat tersenyum samar
Kemudian hilang tinggalkan
Jejak merah dilangit senja

Ia pergi tanpa menjawab tanyaku. 


2.bicara hati. 

Inginku sampaikan sebuah pesan
Inginku ungkapkan sebuah rasa
Inginku unggah a asa
Inginku buka sebuah cerita

Namun

Takkuasa mulut ini Berbicara
Takkuasa mulut ini bersuara
Takkuasa mulut ini berkata

Hanya saja

Tersampaikan dalam hati
Terungkap dalam hati
Terunggah dalam hati
Terbuka dalam hati

Hanya hati yang berbicara, bicara hati. 


3.bingung

Kutelusuri semua jalan
Kuarungi semua lautan
Yang tak menentu arah
Kemana ku melangkah

Ku tak tahu siapa ini
Ku tak tahu asal darimana diri ini
Melangkah pergi sesuai hati
Yang tak berpenghuni

Begitu banyak jalan melintang
Begitu banyak lautan membentang
Tuk mempercepat keinginan
Agar sukses dimasa dimasa depan



Semoga Bermanfaat Like dan Komentar Ya



Sukses di usia muda

[5/5 13.38] DickySaputraRA: Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Penulis kali ini akan membawakan informasi sukses ..
Ini sebagai pemanis hehe
Kan selang dari education islami sekarang saya akan memberikan seputar "kembali Kesuksesan Di Usia Muda"
Bagaimana Sih Cara nya?

1.Niat Dan Tekad Yang Kuat
Dalam melakukan sesuatu yang didasari dengan niat pasti akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, berkepentingan dengan kekuatan yang kuat untuk mencapai itu.
Misalnya Anda Ingin Menjadi Orang Pengusaha Muda, Anda Tidak Bermanfaat Hati dan Sungguh Sungguh Dilaksanakan, Saat Anda Gagas dan Selamat Lagi smpai Berhasil. Disitulah pentingnya tekad yaitu tidak pernah putus asa nyerah dan Frustasi.

2.Berusaha dan Berdo'a
Setelah Anda berniat, alangkah berat di dorong dengan usaha Yag sungguh sungguh dan semaksimal Mungkin, agar semua yang kita niatkan mencapai ..
Di samping berusaha kita juga harus mendorong dengan do'a karena usaha tanpa Do'a bagaikan kopi tanpa gula pait dan sepet hehe

3.Kerja Keras
Kerja keras apasih? Yaa ini lah yan perlu kami lakukan dalam menggapai sesuatu kerja keras, tanpa lelah dan nyerah trus berusaha walau harus Memenangkan kali ini

4.Optimis
Nah ini yang terpenting kita percaya bahwa apa yang kita lakukan akan berhasil dan diolah hari ini.

5.Belajar Dari Orang Yang Sukses
Mengapa? Karena kita bisa meniru cara mereka dalam mencapai kesuksesannya dan mengaplikasikannya dalam hidup kita ..
Semangat Mencoba
Dan Terimakasih Semoga Bermanfaat

Education

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Next Yu?
Kita masuk ke kisah Shohabat nabi yang selanjutnya
Kholid bin Walid RA. 
Panglima Perang yang di Pecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan

Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"

"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.

"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!"

 Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan Sahabat Populer, jenderal mana yang berlaku mulia seperti itu? Mengucapkan terima kasih setelah dipecat. Padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah jenderal yang mampu berlaku mulia seperti itu saat ini?

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemaren.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."
***

Sebuah kisah yang sangat indah dari seorang jenderal, panglima perang, Pedang Allah yang Terhunus. Kita bisa mengambil banyak hikmah dari kisah ini. Betapa rendah hati Sahabat Nabi yang mulia ini. Beliau penuh kemuliaan, punya jabatan, populer, dan tak pernah berbuat kesalahan. Namun, ketika semua itu dicabut beliau sedikitpun tak terpengaruh. Beliau tetap berbuat yang terbaik. Karena memang tujuannya semata-mata hanya mencari keridhaan Allah SWT.

Semoga beliau dimuliakan di sisi Allah SWT, amin. ( WALLOOHU A'LAM. BISHSHOWAAB )

Education

Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Saya Akan Menulus Lagi Tentang Agama Ya
Dari kisah kisah para shohabat Nabi Semoga Bermanfaat💪
Abu Darda RA
Nama beliau adalah Uwaimir bin Amir bin Mâlik bin Zaid bin Qais bin Umayyah bin Amir bin Adi bin Ka`b bin Khazraj bin al-Harits bin Khazraj. Ada yang berpendapat, namanya adalah Amir bin Mâlik, sedangkan Uwaimir adalah julukannya. Ibunya bernama Mahabbah binti Wâqid bin Amir bin Ithnâbah. Beliau termasuk Sahabat yang akhir masuk Islam. Akan tetapi, beliau termasuk Sahabat yang bagus keislamannya, seorang faqih, pandai dan bijaksana. Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakannya dengan Salman al-Fârisi Radhiyallahu anhu . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Uwaimir adalah hakîmul ummah (seorang yang sangat bijaksana).” Beliau Radhiyallahu anhu mengikuti berbagai peperangan setelah perang Uhud. Adapun keikutsertaan beliau dalam perang Uhud masih diperselisihkan. [Usudul ghâbah 5/97]

BELIAU ADALAH SAHABAT YANG ZUHUD DAN RAJIN BERIBADAH
Abu Juhaifah Wahb bin `Abdillâh Radhiyallahu anhu berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan Salman al-Fârisi dan Abu Darda` Radhiyallahu anhuma.” Setelah itu Salmân Radhiyallahu anhu mengunjungi Abu Darda` Radhiyallahu anhu. Dia melihat Ummu Darda`Radhiyallahu anha memakai pakaian kerja dan tidak mengenakan pakaian yang bagus. Salman Radhiyallahu anhu bertanya kepadanya, “Wahai Ummu Darda`, kenapa engkau berpakaian seperti itu?”

Ummu Darda` Radhiyallahu anha menjawab, “Saudaramu Abu Darda` Radhiyallahu anhu sedikit pun tidak perhatian terhadap istrinya. Di siang hari dia berpuasa dan di malam hari dia selalu shalat malam.”

Lantas datanglah Abu Darda` Radhiyallahu anhu dan menghidangkan makanan kepadanya seraya berkata, “Makanlah (wahai saudaraku), sesungguhnya aku sedang berpuasa”

Salman Radhiyallahu anhu menjawab, “Aku tidak akan makan hingga engkau makan.” Lantas Abu Darda` Radhiyallahu anhu pun ikut makan.
 Tatkala malam telah tiba, Abu Darda` Radhiyallahu anhu pergi untuk mengerjakan shalat. Akan tetapi, Salman Radhiyallahu anhu menegurnya dengan mengatakan, “tidurlah” dan dia pun tidur. Tak lama kemudian dia bangun lagi dan hendak shalat, dan Salman Radhiyallahu anhu berkata lagi kepadanya, “tidurlah.” (dia pun tidur lagi-pen)

Ketika malam sudah lewat Salman Radhiyallahu anhu berkata kepada Abu Darda` Radhiyallahu anhu , “Wahai Abu Darda`, sekarang bangunlah”. Maka keduanya pun mengerjakan shalat”

Setelah selesai shalat, Salman Radhiyallahu anhu berkata kepada Abu Darda` Radhiyallahu anhu, “ (Wahai Abu Darda`) sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu, badanmu mempunyai hak atas dirimu dan keluargamu (istrimu) juga mempunyai hak atas dirimu. Maka, tunaikanlah hak mereka.”

(selanjutnya) Abu Darda` Radhiyallahu anhu mendatangi Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Salman benar” [HR. al-Bukhâri no. 1867., kitab Ash-Shahâbah hlm.462] Dalam riwayat lain yang lain, Abu Darda` Radhiyallahu anhu mengatakan, “Tatkala Nabi diutus menjadi rasul, ketika itu aku adalah seorang pedagang. Aku ingin menggabungkan ibadahku dan pekerjaanku, namun keduanya tidak bisa bersatu. Kemudian aku pun meninggalkan pekerjaanku dan memilih beribadah kepada Allah Azza wa Jalla . Demi Allah Azza wa Jalla , alangkah senangnya seandainya aku memiliki toko di jalan menuju pintu masjid hingga aku tidak meninggalkan shalat. Aku bisa mendapatkan keuntungan empat puluh dinar dan bisa aku sedekahkan semua di jalan Allah Azza wa Jalla .”

Seseorang bertanya kepada beliau, “Wahai Abu Darda` Radhiyallahu anhu , kenapa engkau membenci hal (harta) itu?”

Beliau menjawab, “Aku takut (hisab yang dahsyat). Pada hari kiamat Allah Azza wa Jalla akan menghisab hartaku ini dan bertanya kepadaku dua hal :

Pertama : Darimana harta itu diperoleh, dan
Kedua : Kemana harta itu dibelanjakan. Harta yang halal ada hisabnya dan harta yang haram ada siksanya.” [Ash-Shahâbah hlm. 461-463]

Dalam riwayat lain Abu Darda` Radhiyallahu anhu mengatakan, “Aku senang seandainya aku bisa berdagang di jalan dekat pintu masjid, setiap harinya aku bisa memperoleh 300 dinar dan aku bisa mengerjakan shalat lima waktu di masjid. Aku tidaklah mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Akan tetapi aku lebih senang menjadi orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari beribadah kepada Allah Azza wa Jalla .’” [Al-Hilyah 1/20 / Ash-Shahabah hlm. 463]
KISAH BERPULANGNYA BELIAU RADHIYALLAHU ANHU MENGHADAP ALLAH AZZA WA JALLA
Syumaith bin Ajlân rahimahullah berkata, “Tatkala Abu Darda` Radhiyallahu anhu hendak meninggal dunia, beliau merasa gelisah. Ummu darda` Radhiyallahu anha berkata kepadanya, ‘(Wahai Abu Darda`), bukankah engkau pernah memberitahuku bahwa engkau mencintai kematian?’ Abu Darda` Radhiyallahu anhu menjawab, ‘Demi Allah, benar’, akan tetapi tatkala aku yakin akan meninggal dunia, aku menjadi benci kepada kematian, kemudian Abu Darda` Radhiyallahu anhu menangis dan mengatakan, ‘Sekarang adalah detik-detik akhir hidupku di dunia ini. Bimbinglah aku mengucapkan lâ ilâha illallâh.’ Akhirnya Abu Darda` Radhiyallahu anhu senantiasa mengucapkan kalimat itu hingga meninggal dunia.” Beliau wafat dua tahun sebelum pembunuhan Utsmân bin Affân Radhiyallahu anhu . Ada yang mengatakan bahwa beliau wafat setelah perang Siffin. Ada yang mengatakan tahun 23 atau 24 H. di kota Dimasyq dan ada juga yang mengatakan tahun 38 atau 39. Akan tetapi, yang masyhur dari kebanyakan para ahli ilmu adalah beliau wafat pada masa kekhalifahan Utsmân Radhiyallahu anhu . [Usudul Ghâbah 4/18-19, no. 4136]

DI ANTARA PESAN-PESAN ABU DARDA RADHIYALLAHU ANHU
Beliau mengatakan, “Seandainya kalian mengetahui apa yang akan kalian lihat setelah kematian, pasti kalian tidak akan berselera untuk makan, minum, dan berteduh di dalam rumah. Kalian akan keluar menuju tempat-tempat yang tinggi dan memukul-mukul dada kalian serta menangisi diri-sendiri. Sungguh, aku lebih senang menjadi sebatang pohon yang dikunyah kemudian ditelan. [Az-Zuhd, Imam Ahmad/ Ash-Shahâbah hlm. 465]

Beliau Radhiyallahu anhu mengatakan, “Siapa yang banyak mengingat kematian, maka ia akan sedikit gembira dan jarang berbuat hasad”
 Beliau berkata, “Ada 3 hal yang membuatku tertawa dan 3 hal yang membuatku menagis. 3 hal yang membuatku tertawa yaitu :

Pertama : Orang yang cita-citanya adalah duniawi, padahal kematian selau mengintainya

Kedua: Orang yang lalai dari kematian, padahal kematian tidak pernah lalai kepadanya, dan

Ketiga: Orang yang berlalu banyak tertawa, ia tidak tahu apakah Allah Azza wa Jalla murka atau ridha kepadanya.

Adapun 3 hal yang membuatku menangis adalah, dahsyatnya kiamat, terputusnya amal, dan keadaanku di hadapan Allah Azza wa Jalla , apakah akan dimasukkan di surga atau neraka.”

Beliau juga pernah berkata, “Wahai manusia, injakkan kakimu ke tanah. Sesungguhnya sebentar lagi ia akan menjadi kuburmu. Wahai manusia, sesungguhnya hidupmu hanya beberapa hari, tiap kali waktu berlalu, berarti sebagian hidupmu telah pergi. Wahai manusia, engkau sekarang ini selalu menghabiskan umurmu sejak lahir dari rahim ibumu. ” Seorang penyair mengatakan:

نَسِيْرُ إِلَى اْلآجَالِ مِنْ كُلِّ لَحْظَةٍ وَأَيَّامُنَا تُطْوَى وَهُنَّ مَرَاحِلُ
وَلَمْ أَرَ مِثْلَ الْمَوْتِ حَقًّا كَأَنَّهُ إِذَامَا تَخَطَّتْهُ اْلأَمَانِيَّ بَاطِلُ
وَمَا أَقْبَحَ التَّفْرِيْطَ فِيْ زَمَنِ الصِّبَا فَكَيْفَ بِهِ وَالشَّيْبُ لِلرَّأْسِ شَاعِلُ
تَرَحَّلْ مِنَ الدُّنْيَا بِزَادٍ مِنَ التُّقَى فَعُمْرُكَ أَيَّامٌ وَهُنَّ قَلاَ ئِلُ

Kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya
Hari-hari kita selalu berlalu, dan memiliki tahapan-tahapan

Aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian
Seolah-olah, semua yang tidak dijangkau oleh angan-angan (kematian-pen), tidak bisa diterima.

Alangkah buruknya perbuatan kita (meninggalkan agama-pen) tatkala muda
Lantas, bagaimana seseorang itu tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala

Berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa
Karena, umurmu hanyalah beberapa hari, dan itu sangatlah sedikit

Demikian sosok sahabat yang agung, mudah-mudahan bisa kita jadikan sebagai suri teladan yang baik. Wallâhu a`lam.                                                     Referensi
1. Kitab Ash-Shahabah,Dr, Shalih bin Thaha Abdul Wahid, Maktabah Ghuraba
2. Usudul Ghâbah fi Makrifati Shahabah, Izzudin bin Atsir Abil Hasan Ali bin Muhammad al-Jaziri
Like dan komentar ya😊

Education

Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Hallo Bertemu Kembali Dengan Saya Dicky Saputra Penulis Pemula
Semoga saya memberikan rangkuman penjas sekarang saya akan menulis seputar Keagamaan Semoga Bermanfaat 
Yaitu Kisah Hamzah Bin Abdul Muthollib RA 
Hamzah bin Abdul Muthalib Pemimpin Para Syuhada.
Pada hari itu, Hamzah bin Abdul Muthalib keluar dari perusahaan sambil membawa busur dan anak panah untuk berburu. Muda, paman Rasulullah ini memang hobi dan gemar berburu binatang.

Setelah hampir seharian menghabiskan waktu di tempat perburuan tanpa mendapatkan hasil, ia pun beranjak pulang. Sebelum kembali ke rumah, ia lebih dulu mampir di Ka'bah untuk melakukan thawaf.

Sebelum sampai di Ka'bah, seorang budak perempuan milik Abdullah bin Jud'an At-Taimi menghampirinya seraya berkata, "Hai Abu Umarah, andai saja dulu SEKARANG kamu melihat apa yang dialami oleh keponakanmu, Muhammad bin Abdullah, niscaya kamu tidak akan akan membiarkannya. Ketahuilah, bahwa Abu Jahal bin Hisyam telah memaki dan menyakiti keponakanmu itu, hingga akhirnya ia menceritakan luka-luka di sekujur tubuhnya. "

Usai panjang lebar pemutaran yang dialami oleh keponakannya, Hamzah terdiam sambil menundukkan kepala tertentu. Ia kemudian membawa busur dan anak panahnya, kemudian menuju ke arah Ka'bah dan berharap dapat bertemu Abu Jahal di sana.

Sampai di Ka'bah ia melihat Abu Jahal dan beberapa pembesar Quraisy sedang berbincang-bincang. Dengan tenang Hamzah mendekat Abu Jahal. Lalu dengan gerakan yang cepat ia lepaskan busur panahnya dan dihantamkan ke kepala Abu Jahal berkali-kali sampai jatuh tersungkur. Darah segar mengucur deras dari dahinya.

"Mengapa kamu memaki dan mencederai Muhammad, padahal aku sudah menganutnya dan yakin apa yang dikatakannya? Sekarang, coba ulangi kembali makian dan cercaanmu itu kepadaku jika kamu berani!" bentak Hamzah kepada Abu Jahal.

Dalam beberapa saat, orang-orang yang berada di sekitar Ka'bah lupa akan penghinaan yang baru saja menimpa pemimpin mereka. Mereka sangat terpesona oleh kata-kata yang keluar dari mulut Hamzah yang menyatakan bahwa ia telah menganut dan menjadi Pengikut Muhammad.

Tiba tiba beberapa orang dari Bani Makhzum bangkit untuk melawan Hamzah dan menolong Abu Jahal. Tapi Abu Jahal melarang dan mencegahnya seraya berkata, "biarkanlah Abu Umarah melampiaskan amarahnya kepadaku. Karena tadi pagi, aku telah memaki dan mencerca keponakannya dengan kata-kata yang tidak pantas."

Hamzah bin Abdul Muthalib adalah seorang yang memiliki otak yang cerdas dan ahli yang kuat. Ia adalah paman Nabi dan saudara sepersusuannya. Dia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian. Ia juga hijrah bersama Rasulullah SAW dan ikut dalam perang Badar. Pada Perang Uhud syahid dan Rasulullah menjulukinya dengan "Asadullah" (Singa Allah) dan menyebutnya "Sayidus Syuhada" (Penghulu atau Pemimpin Para Syuhada).

Ketika sampai di rumah, ia duduk sambil menonton berbagai rasa lelah dan berpikir dan juga merenungkan peristiwa yang baru saja dialaminya.

Sementara itu, Abu Jahal yang telah mengetahui bahwa Hamzah telah berdiri dalam barisan kaum Muslimin berpendapat, perang antara kaum kafir Quraisy dengan kaum Muslimin sudah tidak dapat dielakkan lagi.

Oleh sebab itu, ia mulai menghasut dan memprovokasikan orang-orang Quraisy untuk melakukan tindak kekerasan terhadap Rasulullah dan pengikutnya. Tulisan Hamzah tidak dapat membendung kekerasan yang dilakukan kaum Quraisy terhadap para sahabat yang lemah. Akan tetapi harus diakui, bahwa keislamannya telah menjadi perisai dan benteng pelindung bagi kaum Muslimin lainnya.

Lebih dari itu menjadi daya tarik pribadi bagi kabilah-kabilah Arab yang ada di sekitar Jazirah Arab untuk lebih mengetahui agama Islam lebih mendalam. Karena memeluk islam, Hamzah telah berniat untuk membaktikan semua keperwiraan, keperkasaan, dan juga jiwa raganya untuk kepentingan dakwah Islam.

Pada Perang Badar, Rasulullah menunjuk Hamzah sebagai salah satu komandan perang. Ia dan Ali bin Abi Thalib menunjukkan keberanian dan keperkasaannya yang luar biasa dalam mempertahankan kemuliaan agama Islam. Akhirnya, kaum Muslimin berhasil memenangkan gilang gemilang.
Kaum kafir Quraisy tidak mau menelan kekalahan sehingga, kemudian mereka mulai mempersiapkan diri dan menghimpun semua kekuatan untuk menuntut balas. Akhirnya, tibalahewuh Perang Uhud di mana kaum kafir Quraisy beberapa kafilah Arab lainnya bersekutu untuk menghancurkan kaum Muslimin. Sasaran utama perang itu adalah Rasulullah dan Hamzah bin Abdul Muthalib.

Seorang pria bernama Washyi bin Harb diperintahkan oleh Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan bin Harb, untuk membunuh Hamzah. Wahsyi yang dijanjikan akan dimerdekakan dan mendapat imbalan yang besar pula jika berhasil menunaikan tugasnya.

Akhirnya, setelah terus-menerus mengintai Hamzah, Wahsyi mengeluarkan tombaknya dari bagian belakang Hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua pahanya. Tak lama kemudian, Hamzah wafat sebai syahid.

Usai sudah peperangan, Rasulullah dan para sahabatnya bersama-sama memeriksa jasad dan tubuh para syuhada yang gugur. Sejenak beliau berhenti, menyaksikan dan membisu seraya udara mata menetes di kedua belah pipinya. Tidak sedikitpun terlintas di benak beliau bahwa moral bangsa arab telah merosot rupa rupa, sampai dengan teganya menyebut keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka telah merusak jasad dan merobek dada Hamzah dan mengambil cermin.

Kemudian Rasulullah menjelang jasad Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah, Seraya berkata, "Tak pernah aku menderita yang kurasakan saat ini. Dan tidak ada apa pun yang lebih menyeramkan dari sekarang."

Setelah itu, Rasulullah dan kaum Muslimin menyalatkan jenazah Hamzah dan para syuhada lainnya satu per satu.

Ibnu Atsir dalam kitab Usud Al-Ghabah, mengatakan dalam Perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy. Sampai saat ini ia tergelincir warta terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan dirobek perutnya. Lalu ginjal dikeluarkan oleh Hindun kemudian dikunyahnya. Namun Hindun memuntahkannya kembali karena bisa menelannya.

Ketika Rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, Beliau sangat marah dan Allahcepat firmannya: "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. orang-orang yang sabar. " (QS An-Nahl: 126)

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq Sirah-nya, yang Ummayyah bin Khalaf bertanya pada
Abdurahman bin Auf, "Siapakah salah satu pasukan kalian yang dadanya dihias dengan bulu bulu itu?"

"Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib," jawab Abdurrahman bin Auf.

"Dialah yang membuat kekalahan kepada kami," ujar Khalaf.

Abdurahman bin Auf menyebutkan bahwa mencampur perang Badar, Hamzah berperang melucuti Rasulullah dengan dilatasi pedang dua bilah.

Diriwayatkan dari Jabir bahwa kompilasi Rasulullah SAW melihat Hamzah terbunuh, maka beliau menagis. (WALLOOHU A'LAM BISHSHOWAAB)